Papua pegunungan wartapapuaglobal,id Sikap Pimpinan di Uji Masyarakat Papua Pegunungan, Sedang Mengamati Kontroversi Panas DPRK Jalur pengangkatan Tahun 2025-2030 kursi Dewan perwakilan rakyat Kabupaten Wamena 3-5-2026
Salah satu Calon Anggota DPRK Kabupaten Jayawijaya wilayah adat (Mbalima).YUSUP YIKWA.ST ," .Kursi DPRK Apakah Murni untuk keterwakilan Adat Atau Ajang Bagi-Bagi Jata Politik Penguasa,Hingga saat ini, Gubernur Jhon Tabo dan 5 Bupati lainnya belum melakukan pelantikan. Publik bertanya-tanya, ada apa ,,?
Saat ini, dinamika terbelah menjadi tiga arus kuat yang menguji integritas pimpinan daerah:
*1. Kelompok ke.2. ( satu)*
Pimpinan beberapa organisasi seperti forum Pribumi,KNPI dan Alian OKP lainnya, mendesak pemerintah berpegang teguh pada prinsip hukum PP 106 dan UU Otsus Tahun 2021 ,agar Calon DPRK ditetapkan berdasarkan Hasil seleksi Pansel di tingkat kabupaten dan kota .
*2. Kelompok ke.2 (dua)*
Kelompok ini berupaya memanfaatkan, parah pembisik penguasa antara lain pembisik gubernur dan bupati,agar pelantikan dilakukan atas usulan Tim sukses dan juga mendesak pemerintah harus ikuti kemauan mereka dengan dalil bahwa " kami ini tim sukses yang memenangkan Bapak dalam pilkada."
3. *Kelompok ke .3 (Tiga)*
Kelompok ini memilih diam dan ikut harus ,tanpa mengikuti dinamika DPRK, bahwa mereka memilih diam apapun keputusan mereka siap terima dengan lapang dada, walaupun hasilnya mengecewakan atu tidak sesuai Prosedur hukum yang ada.
Dari tiga kelompok ini akan menguji sikap pimpinan, antara Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Bpk.Jhon Tabo dan lain 5 (lima) Bupati lainnya yang belum melakukan pelantikan sampai saat ini.
Apakah mereka akan jadikan Kursi Otsus ini sebagai ajang politik kekuasaan mereka,atauka mereka akan berpatok pada hasil seleksi TIMSEL ? (P.B)
KALI DIBACA



.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar